Tuesday, November 8, 2011

Sarapan Pengaruhi Porsi Makan Siang



Sarapan atau makan pagi bagi banyak orang adalah soal kebiasaan dan selera. Padahal, selain menghilangkan rasa lapar, jenis makanan yang dikonsumsi saat sarapan ikut memengaruhi pilihan makanan yang akan diasup saat waktu makan siang.

Makan pagi yang terdiri dari sumber karbohidrat dengan indeks glikemik (IG) rendah, atau dimetabolisme tubuh secara lambat sehingga kadar glukosa dalam darah dapat dipertahankan, akan mencegah kita makan secara berlebihan saat makan siang.

Dalam sebuah penelitian, diketahui orang yang mengkonsumsi sarapan rendah IG, cenderung makan dengan porsi kecil saat makan siang dibanding orang yang sarapan dengan menu tinggi IG atau orang yang tidak sarapan.

Penelitian dilakukan terhadap 20 responden, masing-masing diberikan menu sarapan roti cokelat (100 gram) pada minggu pertama, kemudian diberikan fruit soy bar (100 gr) di minggu kedua, dan diminggu ketiga tidak diberikan sarapan. Kemudian setiap hari mereka diberi menu makan siang nasi uduk dengan porsi 125 gram.

Hasilnya, orang yang tidak sarapan cenderung makan nasi uduk dalam porsi lebih atau tambahan makan untuk mencapai kondisi perut kenyang. Sedangkan orang yang sarapan dengan menu fruit soy bar makan sesuai dengan porsi dan orang yang makan roti cokelat cenderung menambah meski porsinya tidak sebanyak orang yang tidak sarapan.

"Terigu dalam roti cokelat mengandung kadar IG tinggi sehingga cepat dicerna tubuh dan cepat pula timbulkan rasa lapar. Sebaliknya dengan F1 shake mix atau makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran yang kadar IGnya rendah. Perutnya kenyang lebih lama sehingga porsi makan siangnya pun sedikit.

Sarapan sangat penting untuk menjaga berat badan. Sarapan juga idealnya dilakukan satu jam setelah bangun tidur. Pada saat itu metabolisme sudah bagus untuk makan.

Menu sarapan yang dianjurkan adalah yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral dan sedikit lemak.